Bagi kita yang tiap hari disuguhi berita kriminal yang sarkastik, tentu kita berfikir bahwa kemalingan bukan masuk kategori “kriminal berat”, apalagi kalo cuma kemalingan hape dan dompet. Tiap hari kita disuguhi tayangan tentang perampokan, perkosaan, penganiayaan TKI, KDRT, kecelakaan lalin, dll jadi mungkin alam bawah sadar kita merespon hal-hal semacam itu sebagai sesuatu yang biasa (sambil diam-diam bersyukur bahwa semua itu tak menimpa kita *egoisme yang wajar*). Maling dan kemalingan baru akan dianggap menarik perhatian kalau sampai terjadi “main hakim sendiri” hingga si maling babak belur, kalo cuma maling kecil sih biasaa….
::BULAN KETIGA:: Kudengar detak jantungnya… May 25, 2009
Percakapan pagi:
- Sambil ngaca dan ganti baju:
Bunda: “Yah, bunda gendut banget yaa…. Lihat tuh pinggangnya, kayak kodok..”
Ayah: “Lebih manis sekarang kok, kemaren-kemaren Bunda kelihatan kurus..”
Bunda: *senyum seneng*
Percakapan siang (via sms):
Ayah: “Bunda sama adek udah makan?”
Bunda: “Mual, Yah…. Tadi pesen soto ayam ke OB, tapi begitu dibuka, baunya bikin mual..jadi makan nasi pake sambel aja”
Ayah: “Nanti dicoba makan lagi ya, minum susu sama jus.. kasian adek kalo Bunda ga makan”
Bunda: *Heuhhmmm….*
Percakapan malam:
- Sambil nonton TV:
Bunda: “Yah.. pinggang Bunda kok pegel banget ya.. ini perut Bunda juga terasa tegang banget, trus kakinya panas…” *guling-guling di depan tipi*
Ayah: *ga bilang apa-apa, langsung mendekat dan mijitin mulai punggung sampe ujung jempol kaki*
Ada apa di kotak TV saya… May 22, 2009
::sebelumnya, saya tau kalo tulisan ini sungguh-sungguh nggak penting, tapi kok ya saya pengen posting juga ::
Sekarang –sejak si Mas harus lembur di kantor sepanjang hari- porsi nonton TV jadi makin besar. Pulang kerja, sampe rumah sekitar jam setengah tujuh, setelah sholat magrib terus makan malem sambil nonton TV. Sabtu-Minggu kalo ga pengen keluar rumah juga nonton TV seharian. Paling nggak, sekarang 4 jam per hari nonton TV… padahal dulu jaman masih ngekos bisa tahan berbulan-bulan tanpa TV (karena ga punya TV, and I’m proud of it)…
Ada beberapa acara yang cukup jadi favorit karena kalo dibandingkan acara-acara lain, kualitasnya lumayanlaah…… Beberapa diantaranya adalah reality show. Berikut catatan saya tentang acara-acara tersebut:
1. Tukar nasib (reality show, SCTV), acara ini kayaknya berubah jam tayang, saya ga apal jam tayangnya tapi sering nonton secara ga sengaja.
Disini, ada 2 ‘kubu’ yang dipertukarkan nasibnya selama 3 hari, biasanya sih kubu si kaya dan kubu si miskin. Jalan ceritanya sebenarnya nggak akan beda-beda jauh pada tiap episode, misalnya: anak-anak dari kubu kaya yang merajuk waktu diajak hidup ala si miskin, ibu-ibu dari kubu kaya yang jijik dan mual waktu harus jadi pemulung, dan tentu saja ke-grogi-an si miskin ketika harus tinggal dan hidup dengan gaya si kaya.
Di akhir acara, akan ada sesi memberi hadiah dan kesan-pesan. Si kaya biasanya berkomentar begini: ”Kami jadi semakin bersyukur dengan apa yang kami miliki, anak-anak juga bisa belajar menghargai orang lain, dan kami bahagia bisa menjalani pengalaman yang sangat berbeda”. Dan komentar si miskin adalah: “Enak jadi orang kaya, semoga nanti kita bisa jadi juragan seperti mereka ya, bu, rumahnya besar dan bagus. Kita harus kerja lebih giat, pak”
gambar diambil tanpa ijin dari sini.
Komentar: Reality show ini tidak terlalu mengekspose kesedihan dan mengajak pemirsanya jadi terharu (beda sama “Bedah Rumah” yang kental adegan menangis, misalnya) malahan mengajak kita menikmati sisi-sisi lucu pertukaran nasib 2 ‘kubu’ yang berbeda. Walau terkesan agak monoton dari episode ke episode, tapi lumayanlah. Tapi kadang ada adegan ‘keterlaluan’ yang cukup mengganggu, misalnya ibu-ibu yang ga bisa pake mesin cuci dan malah nyuci di atas closet duduk atau bapak-bapak yang salah meletakkan gagang telpon atau menyangka remot AC sebagai handphone. Adegan-adegan itu hampir selalu dapat ditemukan di setiap episode
(more…)
::BULAN KEDUA:: I’m Pregnant and very happy :D May 13, 2009
Hmmm….usia si adek udah 8 minggu sekarang! Walau belum ada perubahan signifikan, tapi si kecil ini mulai menyita banyak perhatianku. Beberapa hari ini jadi sering mual-muntah, apalagi kalo nyium bau-bau aneh. Kategori “bau aneh” ini ga cuma bau-bauan yang ga enak, tapi juga bau sabun (lifebouy merah yang dipake si Mas), bau gel rambutnya si Mas, bau mie goreng, bau pengharum ruangan/ taksi, dan bau parfum tertentu. Untuk ngurangin mual ada beberapa tips nih:
- Kalo bangun tidur, jangan gedubrakan, pelan-pelan aja. Pertama dari posisi telentang lulut ditekuk, terus ganti ke pose miring, trus turunin kaki, baru bangun…habis itu duduk beberapa menit dulu sebelum bener-bener bangun dari tempat tidur. Ini tips dari Ibu perawat yang pertama kali meriksa aku, ternyata manjur juga…
- Banyak-banyak minum air putih. Katanya sih pada minggu awal sampe sekitar minggu 12 kehamilan, wajar kalo ibu hamil merasa mual dan muntah. Itu karena selama trimester pertama, placenta belum terbentuk sempurna dan janinnya dapet suplay “makanan” dari HCG (Human Chonionik Gonadotropin). HCG inilah yang sering bikin bumil-bumil pada mual-muntah. Naahh….kalo konsumsi air putih banyak, sisa HCG akan dinetralisir bersamaan dengan pengeluaran urine, jadinya mual-muntah juga berkurang. Kebutuhan normal kan sekitar 8 gelas per hari, kalo hamil harusnya minum lebih banyak. Aku agak susah minum banyak, apalagi di kantor dingin banget…sama sekali ga haus, tapi demi si adek…sekarang rajin minum air putih, paling nggak 3 gelas selama di kantor
- Makan porsi kecil tapi sering. Kalo yang satu ini sih udah aku lakuin sejak dahulu kala. Mungkin karena kapasitas perut yang ga terlalu besar, aku cuma bisa makan sedikit-sedikit…tapi sehari-an di kantor aku (bisa) terus menerus ngunyah, mulai dari coklat, rujak buah, susu, kripik, kacang, nasi dan lauk pauk, es krim, jus, kerupuk… heheh..pokoknya Devi ga pernah kelaperan:D Tapi berat badan belum naik signifikan, biasanya 44 Kg, bulan pertama hamil naik jadi 46 Kg, trus 3 hari kemaren waktu kontrol, beratku jadi 45 Kg. Tapi perut udah mulai gendut…hihi (kata si Ayah malah jadi seksi kok kalo perutnya ndut)
::BULAN PERTAMA:: Keajaiban itu disini…… April 21, 2009
Sabtu pagi yang agak mendung, sebuah kabar manis dikirim Tuhan buat kami: lewat dua larik garis merah. Setelah ‘telat’ sekitar seminggu, aku baru berani buka dan pake test pack…dan hasilnya positif! Walau sebelumnya aku sempet ingin menunda kehamilan (Mas Aan sih udah pengen banget punya yunior, secara sebentar lagi udah kepala 3..hihi) sekitar setengah atau setahun lagi, tapi ternyata ketika tanda positif itu muncul, aku bahagia bukan alang kepalang juga. Alhamdulillah…..ketika pasangan2 lain harus menghabiskan berpuluh-puluh test pack dengan harap-harap cemas, kami cukup sekali tes dan langsung positif.
Kesibukan lain setelah itu adalah: browsing list dokter kandungan dan rumah sakitnya. Aku sengaja nyari dokter perempuan, biar lebih nyaman waktu pemeriksaan. Untungnya di Jakarta lumayan banyak dokter perempuan. Setelah bikin daftar singkat dan pilah-pilah, akhirnya pilihan jatuh ke RS. Budi Kemuliaan, selain deket sama kantor juga biaya (pemeriksaan, USG, tarif dokter, biaya bersalin)-nya lumayan terjangkau.
Seminggu setelah pake test pack, kami kontrol pertama ke dokter. Huaah….rasanya aneh juga, datang ke rumah sakit sama cowok (suami, pen.), udah gitu yang kami temui adalah ibu-ibu yang berperut balon semua. (more…)
Catatan 25 March 24, 2009
Ulang taun pertama setelah menyandang gelar “nyonya”……
Tepat usia seperempat abad malah terkapar, lemes sampe ga bisa masuk kantor. Tapi justru karena sakit itu-lah aku dapet 2 kue ulang taun:D Satu dari Mas Aan dan satu lagi dari temen-temen SDM. Nyam-nyam….
Setiap dua meter… March 18, 2009
Setiap dua meter jalan, terpampang foto kalian
Merayu kami untuk terus berayun-ayun dalam gedongan mimpi
Tentang negeri yang damai-makmur-edi peni
Ooh…jamrud hijau katulistiwa, semarak nian parasmu
Tahun ini dan akan berulang lima tahun ke depan
Setiap dua jengkal tanah kami, kental aroma janji surga
Tentang sembako melimpah, sekolah murah, orang sakit dilayani dengan ramah
Ooh…negeri elok yang kaya raya dan digdaya
Kejayaannya di laut, gunung, hingga daratan jauh sana –ribuan tahun silam-
Sepotong bulan buat mantan pacar March 17, 2009
Dulu….sepotong bulan setiap malam, untukmu mantan pacarku
Menemani makan malam kita dari satu kaki lima ke warung tenda lainnya
Atau sesekali melaju menembus lika-liku kota dengan dua roda
Atau kadang kau lebih suka bercerita saja di bawah lampu taman kota
Sementara aku bernyanyi riuh rendah tentang waktu yang berlari tanpa jeda
Sepotong bulan setiap malam, dulu
Untukmu mantan pacarku. Mantan pacar paling baik sedunia
Tapi tidak lagi sekarang,
Biar bulan tetap utuh dan berrotasi sesuai lintasan edarnya
Aku tidak lagi mencari dan menanti
Karena sekarang telah ada sepotong hati yang menemani
Sepanjang malam, pagi, siang, sore, dan malamnya lagi
Kepadanya juga akan kuberikan sepotong utuh hatiku:
Suami sekaligus mantan pacar paling hebat…
(16 maret 09, selamat ulang taun, mantan pacar…Terimakasih telah membuatku jadi istri yang sangat bahagia
Catatan: puisi ini pertama kali ditulis tanggal 18 Desember 2008 jam 05. 55 di Stasiun Tugu Jogja, terus disimpen di hape motorola yang baru aja ilang. Karena versi aslinya ilang, jadi-lah versi kedua ini, judulnya sama tapi isinya agak beda.
Hujan-hujanan yuuuuuk…… March 16, 2009
Sekelompok bocah lelaki memperebutkan satu bola plastik tanpa menghiraukan hujan yang semakin deras menguyupkan sekujur tubuh mereka. Tak juga terusik oleh cipratan lumpur atau terganggu oleh ingatan tentang nasehat Ibu-ibu mereka untuk tidak main hujan-hujanan. Tak jauh dari mereka 3 bocah perempuan juga masih asik main ingkling melompati kotak-kotak yang tergores di tanah basah seperti melewati satu fase keriangan ke fase keriangan selanjutnya.
Sebagian dari kita mungkin tergelitik untuk mengingat masa hujan-hujanan waktu kecil dulu saat membaca deskripsi di atas. Yaaa….siapa belum pernah merasakan asiknya main hujan-hujanan?! Kalo pulang sekolah mendung, bukannya jalan cepet-cepet biar ga kehujanan, tapi malah buka baju dan menantang langit, menyongsong hujan. Kalo sekujur badan udah basah…rasanya…ffuuahhhh….kayak aktor bollywood lagi shooting (halaah…).
Hape oh Hape… March 11, 2009
Setelah menjalani kebersamaan -kurang lebih- 2 tahun, akhirnya ku harus melepaskanmu…hhhh…. Tepatnya 21 februari 2009, Motorola Z3 dan Siemens A 55-ku melayang..








