ruANg tunggu

puisi.musik.cerita kegelisahan.kesepian.kebahagiaan.kemenangan.apapun sambil menunggu

:: maling dan kita :: July 9, 2009

Filed under: Uncategorized — devinzh4 @ 2:55 am

Bagi kita yang tiap hari disuguhi berita kriminal yang sarkastik, tentu kita berfikir bahwa kemalingan bukan masuk kategori “kriminal berat”, apalagi kalo cuma kemalingan hape dan dompet. Tiap hari kita disuguhi tayangan tentang perampokan, perkosaan, penganiayaan TKI, KDRT, kecelakaan lalin, dll jadi mungkin alam bawah sadar kita merespon hal-hal semacam itu sebagai sesuatu yang biasa (sambil diam-diam bersyukur bahwa semua itu tak menimpa kita *egoisme yang wajar*). Maling dan kemalingan baru akan dianggap menarik perhatian kalau sampai terjadi “main hakim sendiri” hingga si maling babak belur, kalo cuma maling kecil sih biasaa….

gambar borgol

Gambar di-copy tanpa ijin dari sini

Tapi ketika kita mengalaminya sendiri, ternyata kemalingan menyisakan trauma juga. contohnya saja, saya. rumah mungil kami digeledah maling pertengahan Juni kemarin, barang-barang kecil (tapi sangat penting) kami hilang. Reaksi pertama saya adalah bingung, lalu berubah jadi sedih, lalu berubah jadi kesal-marah, lalu berubah jadi agak blank :D Untungnya ada suami yang bisa menenangkan saya. Barang-barang yang hilang memang tak punya banyak nilai materi, tapi nilai sejarah (halaah….nilai sejarah!)-nya tak bisa tergantikan. Kehilangan barang-barang itu juga tak sebanding dengan rasa cemas yang menghantui kami beberapa hari pasca kejadian, bayangkan sajaaa….rumah kami dimasuki orang asing yang berniat jahat! Betapa mengerikan…(apalagi saat itu Suami sedang sibuk-sibuknya kerja, jadi saya harus latihan berani di rumah sendiri sampai tengah malam)..

Efek lain dari kemalingan itu adalah, kami kehilangan identitas diri…eh maksudnya kartu identitas (jadi merasa tak diakui jadi warga negara yang syah). Berbagai macam kartu ilang, mulai dari STNK, SIM, KTP, Kartu Pegawai, Kartu Asuransi, Kartu NPWP, ATM beberapa bank, bahkan buku nikah dan buku periksa kandungan (yang ada foto USG si mungil). Tak terbayang betapa repot mengurus kartu-kartu itu (harus mudik ke Muntilan dan Blitar karena disanalah kartu-kartu itu dibuat). Belum lagi rasa was-was kalau naik motor kemana-mana tanpa STNK dan SIM, ragu-ragu kalau mau parkir di tempat resmi yang mewajibkan STNK, dll…

Barang-barang lain yang hilang adalah barang-barang bernilai sejarah tinggi (hehe..) misalnya cincin kawin kami (sepasang ilang bareng), buku nikah suami, 2 hape dengan ratusan nomer teman dan kerabat, buku nikah, laptop dan eksternal hardisk (isinya adalah dokumen kerja Suami, Thesis dan tulisan-tulisan Suami, dan karya-karya lain Suami, Foto jalan2-lamaran-nikah, dll), 2 tas kerja lengkap dengan isi-isinya, dan yang sudah disebutkan sebelumnya adalah 2 dompet bersisi sedikit uang dan banyak kartu-kartu penting.

gambar maling

Gambar di-copy tanpa ijin dari sini

Setelah kemalingan, kami banyak menerima doa dan dukungan dari teman dan kerabat. Walau semua itu tak mengembalikan barang-barang yang hilang, tapi sebagian rasa jengekel kami terobati sudah! Apalagi doa yg kami terima antara lain adalah: semoga diganti Allah SWT dengan rizky yang berlipat ganda. Amiiin…

Sekarang sudah 3 minggu lebih setelah “show tamu tak diundang” itu terjadi, suasana hati dan suasana rumah sudah nyaris kembali seperti dulu lagi. Alhamdulillah. Kami cuma harus mengenyahkan rasa malas untuk segera mengurus semua surat-surat yang ilang ;P

Satu hal yang masih aku ingat sampai sekarang adalah: ketenangan Mas Aan ketika kejadian itu, padahal puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan file kerja-nya hilang, tapi dia masih bisa menenangkanku yang panik :( Habis itu pagi-pagi buta, dengan sigap Mas Aan juga langsung blokir semua ATM kami lalu setelah hari agak terang langsung lapor polisi (walau tipis harapan polisi bisa menemukan barang-barang kami, paling nggak, buat bikin surat kehilangan-lah. Itu penting banget untuk kami ngurus berbagai surat yang hilang). Pokoknya….ga pernah nyesel deh, milih Mas Aan jadi suamiku tersayang :D

Juanda 36, Pasca Pilpres Juli 09

www.alfmagicshop.com/images/borgol%20jempol.jpg
 

3 Responses to “:: maling dan kita ::”

  1. farras Says:

    ….take care te..dan om..

  2. Wignyo Says:

    aku jg pernah ngalaminya , toko hape ak di bobol orang ,hape 17 unit raib di gondol maling , ak masih trauma hingga ak menulis catatan ini

  3. mardian Says:

    siiip..:)
    kalo liat Bunda tenang, Ayah makin tenang. Kimi kecil juga ikut-ikutan tenang..


Leave a Reply