Sabtu pagi yang agak mendung, sebuah kabar manis dikirim Tuhan buat kami: lewat dua larik garis merah. Setelah ‘telat’ sekitar seminggu, aku baru berani buka dan pake test pack…dan hasilnya positif! Walau sebelumnya aku sempet ingin menunda kehamilan (Mas Aan sih udah pengen banget punya yunior, secara sebentar lagi udah kepala 3..hihi) sekitar setengah atau setahun lagi, tapi ternyata ketika tanda positif itu muncul, aku bahagia bukan alang kepalang juga. Alhamdulillah…..ketika pasangan2 lain harus menghabiskan berpuluh-puluh test pack dengan harap-harap cemas, kami cukup sekali tes dan langsung positif.
Kesibukan lain setelah itu adalah: browsing list dokter kandungan dan rumah sakitnya. Aku sengaja nyari dokter perempuan, biar lebih nyaman waktu pemeriksaan. Untungnya di Jakarta lumayan banyak dokter perempuan. Setelah bikin daftar singkat dan pilah-pilah, akhirnya pilihan jatuh ke RS. Budi Kemuliaan, selain deket sama kantor juga biaya (pemeriksaan, USG, tarif dokter, biaya bersalin)-nya lumayan terjangkau.
Seminggu setelah pake test pack, kami kontrol pertama ke dokter. Huaah….rasanya aneh juga, datang ke rumah sakit sama cowok (suami, pen.), udah gitu yang kami temui adalah ibu-ibu yang berperut balon semua. (more…)







