[repost blog MP] bunda cuma sedang memantabkan hati, nak…

Beberapa minggu ini BunKim sering bergelut dengan pemikiran sendiri, tentang rencana masa depan *bheuheu* Berawal dari kegelisahan yang datang tiap pagi ketika meninggalkan Kimi di rumah hanya berdua dengan pengasuhnya. Lalu ditambah dengan kondisi kerja yang mulai sedikit menjemukan. Pikiran BunKim lalu tertuju pada satu kata : resign. Cuma satu kata, tapi betapa banyak sekali konsekuensi dibalik satu kata itu.

Salah satu konsekuensinya berhubungan dengan alasan ekonomi, karena -seperti pasangan muda perantau lainnya- BunKim dan AyahKim sedang bersusah payah menegakkan ekonomi keluarga, rumah aja masih sewa, tabungan juga segitu gitunya aja. Walopun kami bisa menghibur diri bahwa rejeki dari Allah itu kita ga akan tau datangnya dari mana…… tapi yaa… masih aja kepikiran tentang kemungkinan terburuk ya.

Alasan pertama dan terpentingnya adalah pendidikan Kimi. BunKim kerja fulltime 8-5, seringnya malah molor sampe lepas Magrib. Jadi waktu buat Kimi sangat sangat sedikit sekali. Dan betapa sesak dada BunKim kalo inget Kimi diasuh seorang emak-emak setengah tua lulusan SD (walaupun BunKim dan AyahKim sepakat kalo eMak pengasuh Kimi ini baik dan sayang sama Kimi, selain juga relatif tidak bermasalah selama bekerja). Tapi sebentar lagi Kimi akan tumbuh menjadi seorang peniru ulung… seorang eksplorer sejati….seorang  anak aktif yang tak akan berhenti ingin tau.. lalu apakah yang akan ditirunya, yang akan dijadikannya referensi adalah seorang pengasuh yang lulusan SD? *BunKim ga bermaksud meremehkan yaaaaa* Sementara AyahBundanya punya cukup ilmu dan masih merasa wajib mengajarinya tentang kehidupan. Dan satu hal lagi adalah perhatian dan kasih sayang AyahBunda yang tak mungkin digantikan dengan kasih sayang orang lain.

BunKim jadi ingat dulu jaman kuliah, seorang teman berargumen bahwa dia sama sekali tidak bermasalah walopun sejak bayi ditinggal ibunya bekerja. Benar sekali, bermasalah atau tidaknya seorang anak itu bukan karena faktor penyebab tunggal. Tapi justru karena itu, semakin dekat BunKim dengan kehidupan Kimi….BunKim berharap akan semakin cepat tau kalo ada masalah dengan Kimi, jadi bisa diantisipasi secepat mungkin. *semoga*
Lalu setelah berhari-hari tersiksa macam orang putus cinta, semalam BunKim coba ngobrol dengan AyahKim. Pada intinya AyahKim setuju saja asalkan keputusan BunKim untuk resign (atau keputusan apapun yang terkait dengan kegelisahan BunKim ini) itu sudah dipikir masak-masak dan siap dengan konsekuensinya. AyahKim malah usul BunKim ambil magister profesi. Bip bip bip…. Langsung aja “radar psikolog” yang ada di otak BunKim dan sudah lama nonaktif tiba tiba menyala terang benderang. Ahhh….. selama ini BunKim terlalu sibuk dengan ini itu sampai melupakan mimpi lama yang satu itu: jadi psikolog. Lalu tiba-tiba AyahKim malah ngusulin untuk seklolah lagi. Kalo dipikir sekilas, mungkin ide konyol. Lha wong uang tabungan aja ngepas kok malah mau lanjutin magister setelah resign (tadi sekilas cek biaya semesteran untuk Mapro, total butuh sekitar 70jt untuk 4 semester Mapro, itu uang yang banyak sekali buat kami). Tapi alasan AyahKim ngena banget….. katanya kuliah lagi adalah investasi yang ga mungkin rugi. Justru mumpung sekarang BunKim masih cukup muda, anak baru satu, dan masih punya semangat belajar. Justru mumpung sekarang kami belum merasakan kembang kempis tiap akhir bulan karena harus bayar KPR selama puluhan tahun…. Inilah saatnya berinvestasi!! Hmm…. Bener juga sih..

Iya, karena kalo BunKim jadi resign, pasti butuh waktu adaptasi dari rutinitas kerja 8-5 menjadi rutinitas full time bunda. Dan selama masa adaptasi itu, kuliah Mapro pasti akan jadi solusi terbaik. Kalo kuliah kan BunKim masih punya kesibukan rutin, tapi ga harus tiap hari masuk pagi – sore. Bagaimanapun juga, setiap perubahan dan keadaan baru perlu masa transisi biar kondisi pascaperubahan tetap prima…

Yang sekarang harus BunKim lakukan adalah memantabkan hati, iya tak? Memantabkan hati bahwa pilihan paling tepat dan paling baik pun pasti punya resiko. Bahwa BunKim akan bisa menjadi ibu yang baik untuk Kimi, sesuai dengan tujuan utama keputusan ini……. Bahwa BunKim akan bisa istiqomah kalo memang nanti jadi resign….

Bismillahurahmanirrahim…


Juanda, sore 18 Agustus 2010

 

http://devinzh4.multiply.com/journal/item/19/19

[repost blog MP] puisi: antologi gelisah

Ini ditulis waktu BunKim awal2 di Jakarta, masih jadi anak kos. Banyak waktu luang untuk merasa gelisah…. hehe. Please enjoy 🙂

I. Tentang Kegelisahan

Gelisah-lah yang mencari. Gelisah pula yang menemukan
Gelisah-lah yang menggeliat. Gelisah pula yang memecah cangkang
Gelisah-lah yang berjalan. Gelisah pula yang sampai ke tujuan

 

 

Gelisah tidak duduk diam.

Gelisah Berkecamuk diam-diam

 

 

 

II. Lapar dan Hausku

Lapar haus dalam tenang dan sejuknya ruang ber-AC
Atau Mereka yang menghitung kerikil dibawah lindasan roda gerobak sarat muatan
Mana ibadah menurutMu, Kekasihku?

 

 

 

III. Limaratus Duapuluh

 

Disini, hidup adalah beberapa lembar berjumlah total limaratus duapuluh

Didalamnya bernaung anak, istri, keponakan, mertua dan satu saudara jauh
Sepotong dibagi tujuh. Dan tak perlu ada keluh

Kemewahan menjemput hanya
setahun sekali, tiap Idul Adha

 

Tapi, kebahagiaan  tersedia dimana-mana tanpa harus mengada-ada
“Orang Kecil cukup bahagia dengan karunia-karunia kecil”

Sahaja dan bahagia. Itu saja
satu-satunya kalimat dalam catatan harian kami

IV. Sapa Aku

 

Sapa aku yang sunyi

Tegur aku yang sepi

Waktu aku merasa Kau jauuuuh sekaliiii

 

 

(Padahal Kau masih selalu ditempat yang sama
Menungguku datang dengan tangan terbuka dan cemburu menyala-nyala
Atas segala sesuatu yang kusanding dan menduakanMu
Duhai Sang Maha Penyayang, terimakasih…)

 

V. Shirathal Mustaqiim

Mungkin Kau sampai bosan mengirimkan kami jalan lurus

 

yang tak pernah kami lirik dan urus

 

 

 

::Kolaborasi Maret dan April 2008::

 

http://devinzh4.multiply.com/journal/item/15/puisi-bunda-antologi-gelisah

[repost blog MP] puisi: kendaraan doa

Ehm ehm… Bunkim sebenernya hobi bikin puisi looo, banyak yang bilang melo dan romantis. *cihiiyy*…
Dulu sering blogging di http://ailyms.blog.friendster.com/ dan di https://devims.wordpress.com/ tapi belakangan ga pernau update lagi, kebanyakan ngurus dagangan hehe
Tapi pagi ini iseng mau copaste salah satu koleksi puisi dari FS kesini, mumpung pas hujan ^^

Kendaraan Doa 

 

 

Dan,

Hujan adalah kendaraan doamu

Yang terjawab dengan kecepatan cahaya

Atau tertunda beberapa hari, bulan, tahun, atau abad 

Atau terlipat rapi menunggumu dipintu sorga

Jadi, jangan sekali-kali membenci hujan

 

18 Agustus 2006 *masih jadi mahasiswa di Jogja*

 

http://devinzh4.multiply.com/journal/item/14/puisi-Bunda-kendaraan-doa

[repost blog mp] review MPASI kimi 6m

Heuheu..reviewnya telat, tapi gapapa! Harus tetep semangat nulis..bisa buat pengingat ntar klo punya anak kedua (hihihi…masih lama kaleeeee) dan bisa buat sharing juga. Kebayang deh betapa resah gelisahnya pas nyiapin MPASI Kimi kmaren, mana blum tau apa-apa lagi. Alhasil blog para ibu jadi referensi deh (selain buku dan DSA tentu sajaa..).
Kimi, 6m beratnya 8.7kgs panjang 64cm
Udah tumbuh gigi sejak umur 5m 6d

***
Tepat 6 bulan Kimi kebetulan hari Sabtu jadi bisa liat suapan pertama Kimi tanpa harus cuti/ bolos kerja, Alhamdulillah. Sejak awal niat mau kasih MPASI home made, ga usah kasih bubur instan, biskuit, dan segala sesuatu yang ga jelas asal-usulnya (lebaydotcom). 2 minggu sebelumnya udah sibuk hunting perlengkapan MPASI, buku menu MPASI, dan info seputar MPASI. Dan hasilnya adalah sebagai berikut:
1.    Perlengkapan MPASI Kimi:
a.    Pigeon baby food maker: pertama kali tau harganya, mahaal euy! Tapi ternyata berguna banget. 1 set isinya mangkok, serutan, ulekan, saringan, tutup, peresan jeruk. Semuanya kepake banget!
b.    Panci stainless: awalnya mau sok ideal, cari panci yang full kaca. Tapi ternyata harganya diluar jangkauan..akhirnya pindah ke panci stainles aja. Hunting ke Kenari Djaja dan ketemu panci + kukusan + kompor listrik sayota yang 1.5 L. Harganya 115rb. Hiks hiks…. Dipake seminggu, pinggiran pancinya pecah. Kompornya juga mati. Ga tau ini baranh KW ato gimana… sedihnya panci buat Kimi rusak.
Hunting lagi ke pasar baru, ada yang rekomen Toko Melati. Tapi pas hari Sabtu kesana ternyata tutup. Akhirnya iseng masuk ke Golo. Ketemu!!! Harganya Cuma 25-50 ribuan untuk panci stainless yang ukuran kecil. Langsung beli 2 sekalian ^__^
c.    Kontainer plastik, pisau, talenan kayu, adukan kayu, mangkok plastik besar, dll belinya di car****r sama tup**w**e.
d.    Bib plastik, sendok tomee tipee, mangkok tomee tipee. Tinggal comot aja dari barang dagangan *hihi*
e.    Sengaja ga beli slow cooker karena niat mau masak bubur pake kompor biasa aja

2.    Buku menu acuan: beli beberapa buku di gram***a dan copast-copast dari blog
3.    Info lain: dari Dsa Kimi

MENU KIMI:
Bulan ke-6 sebenarnya belum terlalu “seru” sih… Kimi baru dikasih menu standar bubur susu sama buah aja. Bunda udah siapin selusin Gasol buat bubur Kimi. Dan pilihan pertama adalah tepung gasol beras coklat. Kenapa beras coklat? Karena beras ini bkan alergenik (pencetus alergi) jadi paling aman. Lagian bayi umur 6 bulan masih punya cadangan zat besi  cukup banyak sehingga belum perlu asupan zat besi yang banyak. Pokoknya asal latihan makan semi cair dulu. Ada beberapa bayi yang dikasih tepung beras merah (kandungan zat besinya tinggi) jadi sembelit. Jadi pertama kali..mulai dengan tepung beras coklat aja.

Jadi yang disiapin:
– Tepung beras coklat
– Tepung beras merah

Variasi menunya adalah buah:
– Pepaya
– Pear
– Apel
– Ubi

Semuanya dikukus trus dialusin. Waktu mau dikasih ke Kimi baru ditambahin ASI sekitar 30ml. Jadi, tiap pagi sebelum berangkat kerja, Bunda sama Ayah nyiapain makanan Kimi dulu. Lalu makanan masuk kulkas, nanti pas jam makannya, tinggal diangetin deh…

Jadwal pemberian makan Kimi seperti ini:
Hari 1 – hari 4    : jam 10 bursu (beras coklat) + jam 3 pure pear + ASI kapanpun Kimi mau
Hari 5 – hari 9    : jam 10 pure ubi jepang + jam 3 pure pepaya + ASI kapanpun Kimi mau
Hari 10 – hari 12 : jam 10 bursu (beras merah) + jam 3 pure melon + ASI kapanpun Kimi mau
Hari 13 – hari 15    : jam 10 bursu (beras coklat) + jam 3 pure pepaya + ASI kapanpun Kimi mau
Hari 16 – hari 18     : jam 10 bursu (beras merah) + jam 3 pure apel + ASI kapanpun Kimi mau
Hari 18 – hari 21     : jam 10 pure ubi jepang + jam 3 pure pepaya + ASI kapanpun Kimi mau
Hari 22 – hari 24    : jam 10 bursu (beras coklat) + jam 3 pure apokad + ASI kapanpun Kimi mau
Hari 25 – hari 27    : jam 10 bursu (beras merah) + jam 3 pure pear + ASI kapanpun Kimi mau
Hari 28 – hari 30    : jam 10 pure ubi jepang + jam 3 pure pepaya + ASI kapanpun Kimi mau

Cara bikinnya seperti ini ni:
Bubur susu:
20 gr tepung beras coklat/ merah (Bunda Kimi pake Gasol)
200 ml air
direbus dengan api kecil sampe kental. Ntar klo udah anget, ditambahin ASI sekitar 20-30ml (setengah cup feeder medela). Bursu nan lezat bergizi siap dinikmati Kimi

Pure ubi jepang
Ubi jepang ukuran kecil dipotong kecil (sekitar 40 gr)
Dikukus sampai matang, lalu dihalusin pake uleg-an dan saringan 2 kali biar bener-bener alus. Kalo udah mau dimakan, ditambahin ASI 1 cup feeder penuh.

Pure buah
Untuk umur 6 bulan, buah yang rekomended adalah buah yang ga bikin alergi, misalnya pepaya, apokad, melon, pear.

½ buah ukuran sedang dipotong kecil (sekitar 70gr), dikukus
dihalusin pake uleg-an dan saringan sampai halus
Kalo teksturnya masi keras, bisa tambahin ASI. Tapi kalo udah encer banget (misalnya pepaya), ga kutambahin ASI lagi.

EKSPRESI KIMI

Hari pertama:
Deg deg sueerrr sekaligus geli waktu lihat ekspresi Kimi waktu suapan pertama mendarat di bibir mungilnya. Byeh byeh byeh… langsung dilepeh itu bubur susu yang udah dibuatin bundanya sejak pagi. Lidahnya masih nolak sendok. Wokelaah…. Latihan makan berhenti dulu. Lanjut nanti sorenya!
Sorenya Kimi dibuatin pure pepaya. Baru 2 suapan Kimi muntah. Acara latihan makan tertunda lagi. Bunda agak sedih, tapi harus tetep semangat buat hari kedua besok!!!


Hari kedua:
Menunya masih sama, untuk ngetes –siapa tau- Kimi punya bakat alergi makanan (tapi alhamdulillah sejauh ini Kimi ga bermasalah).
Kimi masih byeh byeh byeh melepeh bursu-nya tapi sempet masuk juga beberapa suap. Sorenya pure pepaya juga bisa masuk beberapa suap.

Hari ketiga:
Ga bisa nyuapin Kimi karena kerja. Bolak-balik telpon pengasuhnya Kimi, katanya Kimi pinter maemnya….habis. aAah masaaa siih? Begitu terus sampai hari Jum’at. Laporan langsung dari rumah selalu bilang kalo Kimi doyan maemnya.

Hari kedelapan:
Yippieeee…. Sabtu lagi, bisa nyuapin Kimi lagi!!!!
Menunya udah ganti. Masih deg deg ser juga waktu mulai nyuapi. Dan ternyataaaa….Kimi “memangapkan” mulutnya dengan semangat dan lahap. Hiks jadi terharu, ternyata Kimi doyan masakan Bundanya juga ^_____^
Satu setengah porsi habis dalam waktu kurang dari 10 menit! Oo…my good boy!

Hari-hari selanjutnya Kimi lancar banget makannya.

GANGGUAN
Kimi relatif ga banyak gangguan, makannya banyak dan doyan dengan makanan apapun. tapi pas dikasih pure ubi jepang, hari ke-3 sempet sembelit. Sampe nangis-nangis pas pup :(( hiks hiks….
Ga ada masalah lainnya…

Pe-er selanjutnya adalah belajar menu Kimi 7m. Udah boleh ditambah sayur dan lauk untuk asupan protein dan karbo.
Bunda udah ngelist, mau beli apa aja ni: kentang, kabocha, tepung kacang ijo, dan buah-buah lain seperti menu bulan 6.
Masih bingung mau kasih sayuran ijo (brokoli dan bayam) dan wortel atau nggak, soalnya infonya beda-beda. Ada yang bilang sayuran ijo dan wortel hanya boleh buat baby 8+ karena kandungan nitratnya tinggi (dan alasan lain yang Bunda ga terlalu ngeh..).

 

Update info:

dapet upgrade info tentang MPASI di milis gizi_bayibalita@yahooroups.com, ternyata MPASI awal utk anak 6m lebih baik dikenalin buah dulu, bukan karbo kompleks apalagi berbentuk tepung yg kaya gluten >,<

Hehehe.. ya sutralah gapapa Kimi udah terlanjur dikasih seperti itu. alhamdulillah sih sehat, ga picky eater, jarang GTM, jarang sakit..

sekarang kimi [dan ayah-bundanya] udah ikut anjuran Pak wied utk makan buah 3 porsi per hari, terutama saat perut kosong. and it’s work! kimi jarang sakit. dan kami ga pernah minum obat kalo sakit flu-batuk-pilek-demam, cukup makan buah/sayur-istirahat-banyak minum air putih.

walo belum menerapkan gaya hidup sehat alami secara total [masih banyak bolong dan tergodanya nih si bunda] tapi garis besar makanan sehatnya udah mulai diterapkan, AL. no makanan kemasan utk kimi, asupan gula garam dan zat additive lain minimum, susu utk have fun aja sesekali, mengurangi porsi makanan multi-olah, utamakan porsi buah dan sayur segar, dan beberapa yg lain

dan godaan terbesar adl karena bunkim lagi keranjingan bikin roti, kalo dituruti seminggu bisa 3 kali bikin roti. hahaha…. padahal udah tau juga roti itu gluten tinggi, pake baking powder juga. tapi, sebisa mungkin bunkim kurangi gula-nya. udah gitu, margarin ganti mentega, kadang pakewholewheat flour juga.hihhi… sedikit mengurangi rasa bersalah deh *ngeles.com 😀

gapapa, yg penting terus upgrade ilmu jadi ibu… buat bekal nanti adek2 kimi juga huehehe..

semangat utk baby home made food ^^

 

http://devinzh4.multiply.com/journal/item/9/Review-MPASI-Kimi-6m

[repost blog MP] rebungan: sudah tepat waktukah sholatku?

Huhuhuww….nyeseg banget klo inget cerita ini lagi. Cerita dari si Ayah, cerita jaman dulu masi jadi mahasiswa di Jogja…

Ps: Aan itu nama si Ayah ya..

 

****

Sore yang mendung di Sendowo ketika seorang Bapak tua membelokkan sepeda onthel-nya ke Mushola kecil di depan sebuah rumah kos. Sepeda yang sarat muatan dagangannya hari itu: sapu dan kemoceng yang dia buat sendiri tiap malam. Si Bapak memarkir sepedanya lalu duduk bersandar di tiang saka mushola.

“Pulang kemana, Pak?” Sapa Aan yang sudah duluan duduk didepan mushola, menunggu adzan Maghrib.

“Ke Ngaglik, Mas.”

“Laris hari ini?”

“Agak sepi, Mas, belum ada yang beli ini..keliling Jogja sejak pagi”

Agak lama ngobrol, datang dua orang Ibu dan Mbak-Mbak mau beli sapu dan kemoceng. Si Bapak itupun melayani, mendemonstrasikan betapa bagus sapu-sapu buatannya. Saat itu Adzan Magrib mengumandang. Kedua calon pembeli itu masih memilih dan menawar. Harga “resmi” sapu-sapu itu 6ribu dan ditawar jadi 5ribu. Okelah, sepakat harga tapi masih pilih-pilih mau yang mana. Ketika itu, Iqomat terdengar nyaring. Si bapak buru-buru pamitan dan minta maaf pada pembelinya:

“Bu, maaf udah iqomat, saya mau sholat magrib dulu. Ibu nunggu sebentar yaa..”

“Yaah… Bapak, sekarang aja, ni… saya bayar.. bentar aja kan tinggal pilih kemocengnya..”

“Maaf, Bu, saya harus sholat dulu. Permisi…”

Si Bapak setengah berlari menuju barisan Shaf sholat Magrib.

 

Seusai sholat Maghrib, si Bapak kembali duduk bersandar di tempatnya tadi, memandang sepeda onthel dan sapu-sapunya yang masih menumpuk. Kedua calon pembelinya tadi sudah pergi. Hampir setengah jam si Bapak menunggu, berharap calon pembelinya tadi kembali. Aan beringsut mendekat.

“Hmm…. Kalo memang rejeki pasti akan balik. Allah kan sudah ngatur rejeki…rejeki tidak akan hilang hanya karena ditinggal sholat Maghrib” gumam si Bapak. Aan manggut-manggut saja, diliriknya wajah damai si Bapak disampingnya. Sore ini dia bertemu seorang “malaikat” yang naik sepeda onthel! Jualan seharian dan belum laku sebiji-pun tidak menjadikannya menomorduakan sholat…

Aan mengeruk saku kemejanya dan menemukan 3 lembar uang ribuan (ini uang untuk makan malam. Tahun 1999, seporsi masi-sayur-lauk ala mahasiswa harganya 2-3rb). Uang itu diangsurkannya pada si Bapak. Si Bapak mendekap uang itu (tanpa sedikitpun melirik berapa jumlahnya) dan berulangkali mengucapkan syukur dan terimakasih.

Setelah berpamitan, si Bapak kembali mengayuh onthel-nya menyusuri kegelapan menuju utara Jogja.

 

***

Ketika sampai di akhir cerita, mata Ayah berkaca-kaca.

“Sudah lebih dari 10 tahun yang lalu, tapi kalau ingat tatapan mata si Bapak sore itu… rasanya jantung Ayah masih gemetar oleh takjub, Bun”

Dan akupun ikut berkaca. Astaghfirullah hal’adziem….. betapa sering kulalaikan sholatku! Adzan dhuhur terdengar, malah sibuk bales PM. Adzan Ashar berkumandang masi rapat ini-itu. Adzan Maghrib, masih sibuk balesin SMS….

Padahal kalo mau meluangkan waktu untuk sholat tepat waktu-pun, tidak akan kehilangan uang sepeserpun!!! Tidak rugi apapun!! Kok ya bisa-bisanya menunda sholat

*Duh Tuhan, ampunilah aku*

 

http://devinzh4.multiply.com/journal/item/8/renungan-Sudah-tepat-waktukah-sholatku

[repost blog mp] kimi jalan-jalan ke klinik laktasi

Waktu cuti melahirkan hampir berakhir…saatnya siap-siap kembali kerja. Selain beli baju kerja baru (karena yang lama kekecilan, makluum…ukuran badan membesar hehe), ada persiapan yang puenting buanget, yaitu persiapan untuk Kimi. Sejak beberapa hari lalu, aku sudah meminta ijinnya untuk kembali kerja Januari nanti. Kadang, aku mengajaknya bicara setelah selesai mik…kadang juga aku berbisik padanya saat dia tidur pulas. “Bunda akan mulai kerja lagi, nanti Kimi kalo siang di rumah sama eMak ya, mik susu Bunda sama eMak.. jangan rewel ya, sore Bunda sama Ayah pulang kok. Main sama Kimi… Kimi juga bisa mik susu langsung lagi. Anak pinter dan sehat baik-baik ya, di rumah…”

Selain nyiapin Kimi, aku juga harus nyiapin diri sendiri. Persiapan psikologis, ternyata ga gampang memercayakan Kimi untuk dirawat orang lain, belum bisa lama-lama jauh sama Kimi. Lalu persiapan lain adalah untuk menyukseskan program ASI eksklusif 6 bulan untuk Kimi. Sebenarnya aku udah punya setumpuk buku dan sefolder info seputar manajemen laktasi untuk ibu bekerja, tapi ternyata itu saja belum cukup. Selain karena info yang berbeda-beda, ternyata memang susah menerapkan teori dalam praktek yang rutin. Akhirnya, sepakatlah aku dan Mas Aan untuk mengajak Kimi jalan-jalan ke klinik laktasi, dan pilihan kami adalah klinik laktasi RS. St. Carolus. Ternyata….bermanfaat banget!

Karena udah merasakan langsung manfaat dateng ke klinik laktasi, jadi pengen sharing info, siapa tau ada yang butuh info seputar klinik laktasi. O iya, kayaknya sebelum kunjungan sudah harus punya dasar informasi yang cukup dulu seputar manajemen laktasi ya, soalnya pasiennya banyak banget jadi dokter dan susternya nggak bisa rinci neranginnya 🙂

Jadi, tanggal 24 Desember kemaren jam 9 kami sampe ke Klinik laktasi Rs. St. Carolus (jam buka dari 08.00-12.00), langsung daftar dan disuruh antri di ruang 29 (kayaknya ada 2 ruang untuk konsultasi laktasi). Sekitar 2 jam kemudian, Kimi dipanggil untuk ditimbang (di sini, bayi ditimbang tanpa pake baju maupun pampers/ popok..hihihi…lucu juga, gimana kalo ada yang pis ato e’ok tiba-tiba ya). 6,1 Kg di usia 2 bulan 14 hari… gendut juga ya. Setelah ditimbang, kami masuk ke ruang konsultasi dan langsung ketemu dokternya.

Dan yang terjadi di dalam ruang klinik laktasi yang tersekat jadi 2 bagian itu adalah sebagai berikut:

Di depan dokter ada 3 kursi, setelah duduk kita akan ditanyain data diri dan pertanyaan seputar riwayat menyusui (kapan menyusui pertama kali, pernah dikasih sufor ga, ibu pernah ikut breast care/ penyuluhan gizi/ kehamilan ga, ibu makan cukup gizi ga, dsb). Setelah itu, kita boleh curhat apa masalah kita. Kalo aku kan tujuannya pengen tau manajemen laktasi ibu bekerja, misalnya pemerahan/ pemompaan ASI yang benar, penyimpanan ASIP, dan penyajian ASIP. Begitu diskusi singkat selesai, Ibu dipersilakan masuk ruang lain untuk praktek. Ada 3 hal yang dipraktekin disini, yaitu:

  1. Cara memerah yang benar

Ibu bekerja kan nggak bisa langsung menyusui bayinya dari payudara, jadi ASI harus diperah dulu. Sebenarnya ada 2 metode, yaitu memerah (dengan tangan) dan memompa (dengan breast pump, banyak dijual di baby shop). Di klinik laktasi Carolus, diajari cara merah ASI aja karena katanya ini lebih praktis dan efektif ngeluarin ASI. Emang sih awalnya tangan pegel dan ASI belepotan kemana-mana, tapi kalo udah expert, merah ASI pake tangan reccomended banget!

Cara merah yang benar adalah jempol dan jari telunjuk membentuk huruf U atau C, dimana jempol diletakkan sekitar 1 cm di atas aerola sedangkan jari telunjuk diletakkan di aerola bagian bawah. Selanjutnya kedua jari menekan kearah puting tanpa menggeser posisi… begitu berulang-ulang. Sruuuttt…si ASI ajaib-pun keluar! Untuk menampungnya, bisa pake gelas/ cangkir/ botol susu yang udah di steril. Tempelkan bbibir gelas ke bagian bawah aerola biar ASI ga tumpah-tumpah.

O iya, yang dipencet jangan putingnya ya, karena mencet puting ga akan mengeluarkan ASI. Kayak bayi juga kalo mik kan bukan Cuma putingnya yang dihisap-hisap.

Emang Subhanallah banget, ASI ini udah manfaatnya selangit, praktis pula!

  1. Cara massage payudara

Massage payudara dilakukan untuk memperlancar saluran ASI dan menigkatkan produksi ASI, bagus dilakukan 2 kali sehari sebelum mandi ketika parudara dalam keadaan kosong (habis diperah/ di mik sama bayi kita). Caranya adalah, tuangkan minyak (aku pake baby oil) di tangan lalu balurkan ke kedua payudara. Dengan pangkal telapak tangan, buat gerakan memutar di kedua payudara selama 30 kali dimulai dari bagian dalam payudara (pas belahannya). Lalu gerakan kedua dilakukan dengan 2 jari yang digerakkan spiral dari pangkal menuju ujung payudara. Jangan lupa, tangan yang satunya harus menopang payudara. Ini juga dilakukan 30 kali. Lalu gerakan yang ketiga adalah gerakan ‘menguleg’. Tangan dikepalkan, lalu tempelkan pangkal telapak tangan kepayudara, buat gerakan memutar sebanyak 30 kali di setiap payudara. Terakhir, kompres payudara dengan washlap yang dicelup air anget dan dingin berganti-ganti sebanyak 7 kali.

Massage payudara ini harus yang ‘berani’ ya, jangan Cuma di elus-elus soalnya saluran ASI-nya ga bisa buka kalo mijetnya Cuma pelan. Pas di klinik aja Asinya sampe muncrat-muncrat waktu dipijet sama susternya. Hihi….

Sekedar info aja (buat persiapan psikologis), massage payudara by suster ini akan sedikit menyakitkan. Hehe….tapi gapapa, yang penting kan ASI lancar dan bayi sehat. Lagian, ngelahirin yang sakitnya setengah mati aja bisa kok, masak Cuma pijat payudara takut 😀

  1. Posisi menyusui yang benar

Sebenarnya di buku-buku udah banyak yang menerangkan tentang posisi menyusui ini, tapi selama ini aku menyusui seenak-enaknya aja. Kimi biasa nyusu sambil nggedebleh (tiduran telentang, pen). Tapi menyusui yang benar adalah seluruh badan bayi menghadap dan menempel di badan ibunya, sebagian aerola masuk ke mulut bayi, bukan Cuma putingnya tok. Kalo putingnya aja yang masuk ke mulut, jadinya lecet dan sakit tuh puting.

 

Selain praktek itu, dapet juga beberapa info berharga:

  1. selama ini kan Kimi pake sarung tangan, soalnya dia sukaaaa banget nguwek-uwek wajahnya jadi sering baret-baret. Pas dokternya lihat, langsung dilepas sarung tangan itu. Katanya sarung tangan (apalagi kalo udah diemut-emut bayi) itu sarang kuman. Bayi ga usah dipakein sarung tangan, kukunya aja yang sering dipotong.
  2. selama ini Kimi selalu digendong pake bantal, nyusu juga pake bantal. Ini juga ga boleh. Ya sudah, kemaren kursus singkat cara gendong dan menyusui tanpa bantal. Heheh…maklum orangtua baru, jadi canggung banget gendong bayi sendiri 😀
  3. Trik buat ibu yang mau masuk kerja setelah cuti melahirkan. Setiap 2 jam, bayi dikasih mik dengan satu payudara lalu payudara satunya lagi diperah.

Kata dokter, bayi pasti udah cukup mik 1 payudara. Dan emang cara menyusui yang benar adalah mengosongkan 1 payudara dulu, bukan berganti-ganti dengan 2 payudara. Soalnya komposisi ASI tiap saat kan beda, 5 menit pertama yang keluar itu namanya foremilk lalu yang keluar selanjutnya adalah hindmilk. Foremilk lebih encer sedangkan hindmilk mengandung lemak 4-5 kali lebih banyak dibanding foremilk. Naahhh…hindmilk inilah yang mengenyangkan bayi. Kalo nyusunya pindah-pindah, bayinya akan gampang laper lagi…akhirnya rewel deh…

Kenapa harus tiap 2 jam? Karena ASI itu prinsipnya adalah demand and supply, jadi makin sering di-mik ato diperah, akan makin banyak juga produksinya.

  1. Ngasih ASIP (ASI perah) sebaiknya jangan pake dot, itu alternatif terakhir banget karena bayi bisa bingung puting (nipple confuse). Jadi, kalo mik dari botol itu bayi tinggal nunggu susunya mancur, sedangkan kalo mik dari payudara bayi harus berusaha keras (4 kali lebih berat daripada kalo mik dari botol). Kalo bayi udah kenal dot, 2-3 kali lalu dikasih payudara, kemungkinan besar sekali bayi ga akan mau, puting ibu dilepeh-lepeh. Kalo udah gitu, puting lecet dan sakit, dan ujung-ujungnya ibu jadi takut nyusuin, kalo udah gitu…produksi ASI bisa berkurang deh. Selain itu, kalo bayi dikasih dot, nanti harus disapih lagi. Repot kan?

Untuk menyiasati ini, bayi dikasih ASIp pake sendok/ gelas (feeder cup, banyak yang jual di baby shop, di Carolus juga ada). ASIP ga boleh langsung dituang ke mulut, tapi sendoknya ditempel aja ke lidah bayi, nanti dia yang akan narik ujung sendok dan ASIPnya tumpah sedikit-sedikit ke mulut, trus ditelan deh pelan-pelan.

  1. Untuk Penyimpanan ASI di kulkas 1 pintu adalah 2 x 24 jam, di freezernya tahan sampai 2 minggu. Kalo di suhu ruangan tahan sampai 6 jam. Dan kalo di freezer khusus bisa sampe 3 bulan. ASIP beku yang sudah dicairkan ga boleh dibekukan lagi. ASI yang udah diminumkan juga harus habis, ga boleh disimpen lagi sisanya.

Sebelumnya, aku pernah baca kalo ASIP boleh dicampur asalkan masih dalam jangka waktu 24 jam dan suhunya sama, tapi menurut dokter yang di Carolus, batas waktu pencampuran ASIP itu hanya 1 jam. Itu juga harus langsung masuk freezer, ga boleh ditaruh kulkas bawah.

  1. ASI adalah positive thinking, makan bergizi, dan istirahat cukup! Inilah pesan favoritku. Banyak ibu yang gagal ASIX (ASI eksklusif) karena udah ragu-ragu dan negative thinking kalo ASInya ga akan cukup buat baby ato ASInya sedikit. Kalo kita yakin ASI cukup, maka pabrik ASI akan meningkatkan produksinya sesuai kebutuhan bayi.

Kemaren pas di Carolus, aku seruangan sama ibu-ibu yang mengeluhkan kalo ASInya berkurang (bayinya umur 4 bulan) setelah mulai kerja, jadi akhirnya bayi dikasih sufor. Waktu dia coba praktek perah, ASInya emang kelihatan dikit..Cuma netes-netes gitu. trus dia bilang ke susternya kalo ASInya udah habis, kata susternya: “Payudara itu ga pernah kosong, Bu, selalu berproduksi. Nih lihat…” susternya sambil mencet payudara si Ibu itu dan cuuurrrrr….. keluar banyak banget! Tuuuh…kan….si Ibu udah ragu-ragu kalo ASInya banyak siih..

Selain oleh-oleh info yang sangat berharga itu, Kimi juga bawa pulang botol penyimpan ASIP dan cup feeder yang dibeli di apotek carolus. Botol ASIPnya terbuat dari kaca dengan tutup logam, bentuknya mirip botol selai. Harganya 31rb/10 biji. Emang agak mahal dibanding botol ASIP yang biasa dipake Ibu-Ibu di milis-milis, yaitu botol bekas UC1000 yang harganya sekitar 1900-an di online shop, tapi yang ini lebih oke karena bisa langsung dipake merah ASI (kalo botol UC1000 kan lubangnya kecil jadi Cuma bisa buat simpen aja).

Sampe dirumah, langsung semua botol di cuci streril dan praktek merah ASI tiap 2 jam:) Semoga Kimi bisa terus mik ASI sampe umur 2 tahun nanti. Amiin.

 

http://devinzh4.multiply.com/journal/item/4/Kimi-jalan-jalan-ke-klinik-laktasi

[BAKING] Banana cake – gluten free

Karena Kimi lagi doyan pisang, Ayahnya jadi terlalu semangat beliin pisang. weekend kmaren beli sesisir pisang ambon yang kata pedagangnya kualitas supreme, gede-gede banget. walhasil, sampe kemaren masih nyisa 5 biji karena udah pada bosen makan pisang. kulitnya sampe coklat-coklat dan nyaris masuk tempat sampah. tapi inget, dulu pernah baca kalo pisang berkulit hitam ini adalah pisng yang oke buat dibikin cake, udah mateng dan manis banget. akhirnya googling dan nemu beberapa resep..

walo Kimi ga bermasalah dengan gluten dan tepung gandum, tapi Bundanya ini agak-agak ketat ngasih makanan yang tinggi gluten wkwk. akhirnya, pilihlah resep banana cake yang gluten free. awalnya naksir banget sama 2 resep, bahan-bahannya mirip. Resep pertama tanpa telor tapi pake baking soda, sedangkan resep kedua pake telur tanpa baking soda. setelah menimbang-nimbang, pilih resep yang tanpa baking soda. Tepungnya pake tepung beras dan sedikit tapioka. penasaran juga bakal gimana ya jadinya…secara selama ini bikin cake yang tpung gandum aja sering gagalnya >,<

karena sayang pisang hitam itu [oya, pisang ambon ini walo kulitnya udah 100% coklatpun ternyata dalemnya masih utuh dan bagus, cuma jadi lembek dan manis banget hehe], kmaren siang disempetin bikin juga..sambil bolak-balik ngerayu kimi biar mau anteng nonton fireman sam 😀 inilah jadinyaaaa…… Jadinya ga terlalu ngembang/empuk seperti sponge cake pada umunya, tapi lembut dan ga terasa bantat. Semoga memang seperti itu tekstur yang seharusnya 😛

 

[RESEP: BANANA CAKE – gluten free, tepung beras]

Bahan cake:

160 gr pisang ambon [3 buah]

90 ml minyak sayur –> BunKim pake minyak zaitun, minyak yg biasa abisss >,<

100 gr tepung beras 20 gr tepung tapioka 4 btr telur ayam 100 gr gula palem –> Bunkim cuma pake 50gr, lumayan manis

1/4 sdt garam –> BunKim pake sejimpit

 

Cara membuat:

– Ayak bersama tepung beras, tepung tapioka dan garam. Sisihkan.

– Haluskan pisang pake garpu. Sisihkan. – Panaskan oven pada suhu 190 dercel

– siapkan loyang, olesi tipis minyak [bunkiM pake cetakan muffin]

– Kocok telur dan gula palem dgn kecepatan tinggi hingga adonan mengembang dan kental.

– Turunkan kecepatan menjadi kecepatan paling rendah. Masukkan pisang. Aduk hingga merata. Masukkan campuran tepung bergantian dengan minyak. Sambil diaduk hingga merata. Matikan mikser.

– Tuang adonan kedalam loyang. Panggang dgn suhu 190 dercel selama 30 menit, atau tergantung oven masing-masing.

– Keluarkan loyang dari oven.

– Tunggu hingga agak dingin agar cake sudah bisa dilepas dari loyang.

 sources: tehninit.blogspot.com

 

 

Happy baking,

Devi-BunKim

[Baking] eksperimen: pizza peuyeum :P

Ngences dan ngileeeeer poool liat acara laptop si unyil minggu kmaren, ada liputan pizza peuyeum di Bandung. Ahaha..langsung nyari-nyai peuyeum ato tape lah saya. akhirnya ketemu tape Subang di giant. Sehari kemudian, memutuskan untuk nyoba resep pizza dri buku sakti “sedap” yang biasanya itu 😛

Sambil nunggu kimi bobok siang, jadilah pizza peuyeum saya! saya membayangkan nanti keju-nya akan meleleh lengket kyak pizza hut gitu tapi ternyata tidak. padahal udah dibela-belin beli mozarella hihi…

Walo begitu, sudah cukuplah mengobati rasa ingin tau saya pada si pizza peuyeum dari Bandung itu. Karena judulnya eksperimen dengan bahan seadanya, maka ga bisa sama persis kayak yang di tipi. mestinya adonan pizza di oles selai bluebery, dikasih peuyeum giling, tabur gula pasir, dan keju mozarella lalu panggang. Nah versi saya, adonan pizza dikasih olesan susu tipiiiis aja, tambahi peuyeum yang dialusin, taburi kismis cincang, taburi mozarella parut, trus panggang skitar 20 menit di suhu 190 dc. beginilah jadinya penampakannya:

sedikit variasi, bikin pizza tutup isi peuyeum juga. kalo di buku resep, yang tutupan mirip pastel ini namanya calzone atau volcano pizza.  

adonannya sama persis, cuma beda penyajin, rasanya empuk di dalam dan garing di luar 😛

BunKim bikin 1 resep jadinya 6 buah pizza midi, kmaren baru dibikin 2 buah. lainnya di-oven 5 menit lalu masuk kulkas bisa tahan beberapa hari. kalo mau bikin, tinggal kasih topping trus oven deh 10-15 menit 😉

[RECIPES] Pizza peuyeum

Pizza:

1/2 sdm ragi instan

150 ml air hangat

1/2 sdt gula pasir –> Bunkim pake 1sdm gula, biar imbang sama topping peuyeum-nya

1 sdm minyak zaitun

250 gr tepung terigu protein sedang –> pake kunci biru

1/2 sdt garam

Topping:

peuyeum/ tape singkong, lumatkan

kismis dicincang halus

susu kental manis untuk olesan

keju mozarella parut

cara membuat:

1. larutkan ragi instan dengan setengah bagian air hangat. tambahkan gula pasir. aduk rata, diamkan 10 menit

2. Campur tepung terigu dan larutan ragi instan. uleni rata. tuang sisa air sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis.

3. Masukkan minyak zaitun dan garam. uleni sampai elastis. bulatkan. letakkan di baskom yang di oles minyak zaitun. diamkan 1 jam. adonan siap dibentuk

4. bagi adonan menjadi 6. bentuk bulat. giling tipis 1/2cm hingga berbentuk bulat

5. Letakkan di loyang datar tanpa dioles margarin. tusuk-tusuk dengan garpu.

6. oleskan susu kental manis, lalu tape lumat, keju parut, dan taburi kismis

7. oven 20 menit dengan suhu 190dc sampai kecoklatan.

** untuk calzone, di step 6 : topping ditaruh setengah lingkaran aja, lau ditangkupkan sperti mau bikin pastel. pilin ujungnya. lalu oles permukaannya dengan minyak zaitun.panggang deh 😉

Happy baking,

Devi-BunKim

[baking] ubi vs labu

This slideshow requires JavaScript.

perbedaan yang harmonis *halah…

kayaknya BunKim lagi jatuh cinta sama ubi ungu deh, tiap weekend pasti beli 2kg trus ntar sampe rumah bingung sendiri ubinya mau diapain XD

digoreng, udah. dikolak, udah. direbus langsung makan, udah. akhirnya buka buku resep dan sedikit berkreasi bikin makanan yang agak ribet. kali ini si ungu dijodohin sama pumpkin yang yellow-nya sekseh bangets. waaah… rasanya kayak lulus ujian pendadaran deh waktu liat loyang-loyang itu keluar dari oven dengan roti gendut warna-warni 😛

[foto atas: roti unyil ubi ungu dan labu kuning, warnanya menantang ]

[Foto atas: pumpkin-ubi twist ]

Resepnya udah pernah di posting di blog sebelumnya, cuma yang ini dimodifikasi tambah 1/3 bagian ubi/kabocha kukus dialusin. topping dan filling sekehendah hati saja, insyaAllah pasti enyaaaak wong dibuat dengan cinta 😛

salam,

Devi BunKim

Continue reading

[baking] brazillian cheese roll aka pao de queijo

Pertama kali mencicipi roti ini dari gerai roti boy, rasanya aneh alot dan asin. Tapi Kimi kok doyan ya. Akhirnya setelah 2-3 kali mencoba, jatuh cinta juga sama si alot dan gurih-asin ini. Tapi belum berencana untuk bikin, cukup makan sesekali aja kalo lagi pengen. Lalu, setelah dibeliin buku andalan [sedap, aneka roti mancanegara] ternyata ada resep brazillian cheese roll ini dan bikinnya simpel…tinggal diulet-ulet jadilah roti alot atau bahasa kerennya chewy hehe

Kmaren googling dan nemu statement bahwa roti ini gluten free dan sugar free, sampe ga nyadar sendiri bahwa roti ini emang 65% tepung tapioka dan 25% keju ;p

Waktu eksekusi, karena ga nemu keju permesan, gantilah dengan keju cheddar parut yg emang selalu standby di kulkas. Ga ngaruh di rasanya, tapi permukaan pao jadi berbintik karena kejunya agak gosong hehe.. tapi gapapa, malah jadi cantik kok.

Oya, pao ini akan keras kalo udah dingin jadi emang paling enak dimakan anget. Yang dari roti boy juga keras kalo udah dingin jadi bukan suatu kesalahan kalo pao-nya keras waktu dingin 😉

O iya, hampir lupa…BunKim pernah coba resep ini 2 kali. Yang pertama gagal karena kebanyakan air [alat penakarnya tiba-tiba raib, jadi pake ilmu kira-kira]. Alhasil adonan jadi lembek sekali. Tapi nekat aja dimasukin ke plastik segitiga trus disemprot kaya bikin kue sus gitu. alhamdulillah jadi juga walo bentuknya ting pletot hehe.. kayak begini ni:

Continue reading